Disdag Makassar Soroti Masalah Keamanan Pom Bensin Pertamini

Makassarinfo.co – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar perlahan, memberikan perhatian serius terkait menjamurnya pengisian bahan bakar mini atau pertamini. Disdag akan mencari tahu soal regulasi dan izin pertamini tersebut. Di Makassar, terdapat sejumlah lokasi yang menyediakan pengisian melalui pertamini. Di antaranya, Jalan Andi Mangerangi, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar serta beberapa di daerah kelurahan Laikang dan Sudiang Raya.

Penyedia layanan jasa pengisian bahan bakar mini ini umumnya adalah, pedagang asongan rumahan. Stasiun pengisian bahan bakar mini tersebut biasanya menerapkan harga bensin eceran Rp 8000 per liter. Hal itu dinilai bertentangan dengan program pemerintah tentang BBM satu harga.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar Nielma Palamba menegaskan soal maraknya pertamini di Makassar yang ilegal perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, ketika dikaji lebih mendalam banyak faktor yang merugikan masyarakat.

“Terutama masalah keamanan, Pertamini ini tidak punya penyimpanan dalam tanah, ini berbahaya. Selain itu masalah kenyamanan, masalah ukuran, kita tidak bisa mengetahui secara pasti apakah ukurannya sudah sesuai takaran atau tidak,” katanya saat di konfirmasi, Kamis 14 Maret 2019.

Sejauh ini, kata Nielma, masih menunggu instruksi dari pusat, pasalnya dia telah mengonfirmasi terkait pertamini ini.

Maraknya pertamini tidak hanya di Makassar, Nielma mengatakan kasus serupa juga terjadi di Kota Bandung dan Surabaya.

“Kami telah membangun koordinasi dengan Surabaya dan Bandung dan sejauh ini masih menunggu tanggapan dari pusat terkait masalah ini,”

Dia menegaskan perlunya Peraturan Daerah yang mengatur persoalan seperti ini. Menurutnya menjadi tidak wajar bila jarak Pertamini dan Pertamina berdekatan.

“Sejauh ini yang bisa kami lakukan hanya duduk bersama dengan Pertamina sembari menunggu hasil dari pusat,” terangnya

Nielma bahkan menegaskan bahwa persoalan utamanya adalah pembuat pabriknya. Selain itu, berdasarkan laporan yang diterimanya pertamini memiliki Asosiasi.

“Ini harus diselidiki, Siapa Pembuat Pertamini? Siapa yang memproduksinya? Siapa orang kreatif di belakang itu,” ujarnya

Namun, ia menyampaikan bahwa hal demikian justru berguna kalau berada di kepulauan. Daerah di mana memang tidak dapat menjumpai pertamina.

“Kalau ada di kepulauan terpencil saya kira tidak masalah,” ungkapnya

Terakhir, Lanjut Nielma, sejauh ini pihaknya terus mengkaji persoalan tersebut sembari menunggu arahan dari pusat. Pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan RI dan PT Pertamina sebagai perusahaan resmi milik pemerintah terkait hal itu. Apalagi, jika mengacu kepada UU Nomor 2/1981 tentang metroligi legal, mesin atau alat ukur pertamini itu tidak dilakukan pengujian tera ulang.

 

 

Ahmad Rusli

Be the first to comment on "Disdag Makassar Soroti Masalah Keamanan Pom Bensin Pertamini"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*