Opini : Peranan Ilmu Pangan dalam Menjawab Tantangan Pembangunan Indonesia

Makassarinfo.co – Ilmu pangan adalah disiplin, ilmu terapan yang didedikasikan untuk studi pangan. Ilmu pangan adalah perpaduan dari banyak dan beragam disiplin ilmu, tidak terbatas pada kimia, fisika, biokimia, teknik, biologi, mikrobiologi, biologi molekuler dan genetika, statistik, dan ilmu gizi dan kesehatan, tetapi diarahkan pada pemahaman yang mendalam tentang bahan makanan dan komponen, transformasinya menjadi produk yang aman dan bergizi, dan pengiriman produk ini ke konsumen.

Salah satu organisasi profesional terkemuka dunia untuk ilmuwan dan teknologi pangan, Institute for Food Technologists (IFT) di AS, mendefinisikan ilmu pangan sebagai integrasi dari “ beberapa ilmu dasar yang bersama-sama berfokus pada tantangan unik terkait dengan makanan dan sistem yang dibutuhkan untuk mengirimkan produk makanan kepada konsumen”.

Definisi-definisi ini menyoroti dua hal penting dari ilmu pangan, yaitu ilmu pangan merupakan disiplin ilmu terapan dan dengan demikian terkait erat dengan praktik sehari-hari; dan itu mencakup banyak ilmu dasar dan prinsip-prinsip teknik sehingga membuatnya menarik bagi mereka yang ingin mempraktikkan ilmu dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Pengembangan terobosan dalam sains dasar dan disiplin teknik dapat dengan cepat diterjemahkan dan diterapkan pada sistem pangan, sehingga memungkinkan untuk dilakukan demonstrasi yang cepat dari perkembangan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Fokus Utama dari lima fokus pembangunan Indonesia dalam lima tahun ke depan, yaitu  pemerintah fokus pada masalah pangan. Permasalahan pangan ini amat penting karena hal ini di Indonesia dibayang-bayangi oleh potensi kelangkaan pangan.

Dengan adanya ilmu dan teknologi pangan, program pembangunan Indonesia terutama masalah kelangkaan pangan dapat diturunkan melalui program diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal dimana selama ini sebagian besar masyarakat Indonesia  hanya mengkonsumsi beras dan tepung terigu yang berbahan baku gandum sebagai makanan pokok. Dengan adanya program diversifikasi pangan ini, diharapkan masyarakat dapat beralih dengan mengkonsumsi sumber makanan pokok lain yang berbasis sumber daya lokal contohnya talas, singkong, sorgum.

Selain permasalahan ketahanan pangan dan ekspor hasil perikanan, ada banyak hal menarik lagi yang dapat dibicarakan dalam ilmu pangan yang berhubungan dengan pembangunan Indonesia di sektor kesehatan. Tren yang berkembang beberapa dekade terakhir yaitu “Pangan Fungsional”.

Pangan fungsional diklaim secara ilmiah sebagai pangan bernilai tambah (selain fungsi dasar sebagai penyedia zat gizi) yang memiliki kandungan senyawa bioaktif (serat pangan, prebiotik, probiotik, karotenoid, flavonoid, dll) yang dapat mencegah atau menurunkan resiko penyakit tertentu, terutama penyakit tidak menular (PTM) yang diakibatkan pola diet yang tidak benar.

Pengembangan pangan fungsional  ini berkembang pesat karena meningkatkannya kesadaran masyarakat untuk lebih sehat, meningkatkannya populasi lansia, keinginan akan pengobatan alami dan semakin tingginya biaya kesehatan.

Sepuluh tren pangan fungsional tahun 2014 (IFT, 2014) antara lain Specialty Nutritionals, Ger Real,  Hispanic Health, The Protein Evolution, Kid Spesific, Pharma Foods, Alternatives, Performance Nutrition, Weighing In, dan Gen Zen.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau dikenal sebagai Sustainable Development Goals (SDGs) adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi. Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030 termasuk di Indonesia.

Dengan Perkembangan Ilmu dan Teknologi Pangan, tujuan SDGs poin 2 (tanpa kelaparan – mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi, serta menggalakkan pertanian yang berkelanjutan) dan poin 3 (Kehidupan sehat dan sejahtera– menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia) dapat dengan mudah dicapai.

 

Penulis : St. Hartini Djalil

Mahasiswa Sekolah Pasca Sarjana Prodi Ilmu Pangan IPB Bogor

Edit : Ray

 

 

 

Be the first to comment on "Opini : Peranan Ilmu Pangan dalam Menjawab Tantangan Pembangunan Indonesia"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*