Pokja UKPBJ VI Sul-Sel, Dinilai Tidak Sesuai Prosedur Dalam Proses Lelang, Peserta Protes

Makassarinfo.co – Salah satu Rekanan Pengadaan Jasa penyebaran informasi lewat radio dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, melayangkan Protes kepada Tim Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (POKJA UKPBJ VI) Sulawesi Selatan, Selasa, 02/07/19.

Pasalnya, ia menilai ada kekeliruan dalam proses lelang elektronik tersebut, pemenang dari lelang tersebut dimenangkan oleh salah satu peserta yang sebelumnya dinyatakan gagal persyaratan kualifikasi dalam proses lelang yang dapat dipantau secara umum di portal LPSE.

“Jadi tanggal 21 Juni, LPSE telah menggugurkan peserta tersebut, kami melihat prosesnya lewat Portal Resmi LPSE, dimana salah satu peserta telah diberi tanda ‘X’ di kolom Evaluasi Kualifikasi, yang artinya peserta tersebut harusnya tidak bisa mengikuti tahap selanjutnya yaitu tahap pembuktian Kualifikasi, tapi pada akhirnya perusahaan tersebut tetap ikut tahap selanjutnya, dan diumumkan sebagai pemenang tender Hari ini, ini kan Aneh,” ungkap salah satu Direktur yang enggan disebut namanya.

Ia juga menuturkan bahwa proses pelelangan pengadaan ini tidak sesuai dengan *Peraturan Presiden No.54 Tahun 2010, tentang pengadaan barang/jasa Pemerintah Lampiran II bagian B.1.f Bagian 1), 2), dan 3) dinyatakan, bahwa pembuktian evaluasi dilakukan setelah Evaluasi Kualifikasi terhadap peserta yang memenuhi persyaratan Kualifikasi.* dan Perpres No. 16 Tahun 2018 Pasal 43 S/d 46

“Rekanan sangat dirugikan Proses lelang yang dinilai tidak Profesional, Keliru, dan tidak sesuai dengan Perpres No.54 tentang pengadaan barang dan jasa” Tuturnya.

Dihubungi terpisah oleh Makassar Info melalui WA, Ketua Pokja UKPBJ VI Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Taufik, tetapi belum ada penjelasan terkait hal ini.

Be the first to comment on "Pokja UKPBJ VI Sul-Sel, Dinilai Tidak Sesuai Prosedur Dalam Proses Lelang, Peserta Protes"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*