makassarinfo.co

Unjuk Rasa Di Tengah Laut, Aliansi Masyrakat Nelayan Sangkarrang, Menuntut Penambang Pasir Dihentikan

MakassarInfo.co — Sekitar Tiga Ratus (300) Kapal Nelayan dari masing-masing Pulau di Kec. Kepulauan Sangkarrang,  yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nelayan bersama Pemuda KNPI Kec. Sangkarrang,  menggelar aksi damai sekaligus menghentikan aktivitas penambangan di perairan Kec.sangkarrang, yang dilakukan PT. Boskalis, Minggu 28/06/20.

Kapal penambang pasir PT Boskalis di perairan Sangkarrang

Aksi unjuk rasa tersebut terkait adanya aktivitas penambangan pasir yang dilakukan oleh PT. Boskalis, di wilayah perairan kepulauan Sangkarrang, yang telah berdampak negatif kepada mata pencaharian nelayan, sekaligus berdampak abrasi bagi pulau-pulau yang berada di kecamatan Sangkarrang.

Kordinator Aksi, Sardi Ketua KNPi Kec. Sangkarrang

Dihubungi melalui sambungan WhatsApp (WA), Kordinator aksi, Sardi mengungkapkan bahwa, aksi ini adalah puncak kegelisahan dari masyarakat nelayan kepulauan Sangkarrang, yang mana selama dua bulan terakhir ini, nelayan sangat sulit mendapatkan tangkapan ikan di sekitar penambangan tersebut, yang mana lokasi kapal penambang adalah area para nelayan di kepulauan untuk menangkap ikan sehari-hari, dan menuntut agar aktivitas dihentikan, karena telah bertentangan UU No. 27 tahun 2007 tentang pulau-pulau dan UU No. 7 tahun 2016 tentang kesejahteraan masyarakat kepulauan.

“Ini adalah Puncak kegelisahan masyarakat nelayan, yang mana sudah dua bulan terakhir hasil tangkapan nelayan menurun, ternyata ada aktivitas penambangan di area tersebut, dan hari ini kami meminta agar aktivitas tersebut dihentikan, karena telah bertentangan UU No. 27 tahun 2007 tentang pulau-pulau dan UU No. 7 tahun 2016 tentang kesejahteraan masyarakat kepulauan,” tegas Sardi.

Sardi yang juga Ketua KNPI Kec. Sangkarrang mengatakan, bahwa tidak ada tawar menawar untuk hal ini, ini tentang keberlangsungan hidup para nelayan di kepulauan, dan juga aktivitas ini berdampak abrasi ke pulau-pulau di Kec. Sangkarrang, jika aktivitas ini tidak juga dihentikan, Sardi akan kembali dengan massa yang lebih banyak.

“Tak ada tawar menawar untuk persoalan ini, ini tentang keberlangsungan hidup para nelayan, dan juga akan berakibat abrasi di wilayah kepulauan, jika aksi kami ini tidak dihiraukan, kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak,” lanjut Sardi.

Sementara itu, Perwakilan dari PT. Boskalis, Lukman, turun menemui para nelayan yang sedang melakukan aksi untuk bermediasi, dan menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan diskusi di Pulau Kodingareng nantinya.

Aksi ini di kawal oleh POLAIRUT, LANTAMAL VI, TNI AL, dan Perwakilan dari Pemerintah Kelurahan Kodingareng Kecamatan Sangkarrang. (*)

 

 

 

 

Editor: Bobby Darwan